Social Icons

Pages

Thursday, January 26, 2017

Tak Harus Melupakan Mantan

“Kamu masih aja inget mantan, Bro. Gak bosen apa?”


“Ya mau gimana lagi. Masih terus keinget dia, nih”

“Yaelah. Lupain! Move on sana….”
Image result for move on 
Beberapa teman bilang, kalau setelah putus harus cepat-cepat ngelupain mantan. Menurut mereka, mantan hanya akan menghambatmu untuk meraih masa depan. Mengingat mantan bisa menyebabkan kebuntuan pikiran sehingga seseorang lebih susah move on. Itulah sebabnya banyak teman-teman yang menyarankan agar aku segera melupakan mantan selepas tak lagi bersama.

Tapi apa iya mantan itu wajib untuk dilupakan? Bukankah sebenarnya dia yang mengajarkan makna sebuah hubungan?

Menurutku, Mantan adalah dia yang pernah mengisi hidupku. Meski akhirnya putus, tapi aku dan dia pernah berbagi banyak hal berdua.

Jujur aku ga bisa begitu saja lupa, bahwa dulu aku dan dia pernah jalan berdua, pernah makan berdua, pernah juga berbicara untuk saling memotivasi dan menguatkan. Apa iya aku bakal mudah melupakan hal manis tersebut begitu saja?Aku dan dia pernah berbagi kenangan berdua. Aku dengannya pernah tertawa bersama, menangis bersama dan bahkan menghadapi masalah bersama. Aku juga pernah menjalani berbagai kegiatan berdua. Baik yang menyenangkan atau juga yang mengharukan. Yah, meski pada akhirnya aku dan dia berakhir dengan kata "udahan". Tapi aku tak bisa begitu saja menganggap bahwa dulu aku dan dia tak pernah ada apa-apa. Banyak loh bukti kenangan bahagia yang pernah dilakukan berdua.
Mantan, Dialah yang mengajarkan padaku tentang apa itu jatuh cinta. Dulu dia pernah membuatku merasakan bagaimana dicintai dan mencintai.
Kuingat, aku dulu juga pernah ragu tentang bagaimana sebenarnya rasa jatuh cinta itu. Aku dulu juga belum tau perasaan yang aku rasa itu cinta atau bukan. Tapi semenjak ada dia, aku tahu betul bagaimana itu mencintai. Aku jadi tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang dari nol
Mulai saat aku masih pertama kali suka, hingga tumbuhlah benih cinta sejalan dengan kata jadian yang terucap.
Aku juga jadi tau bagaimana rasanya dicintai oleh seseorang. Perasaan yang dulu aku dapat dari orangtuaku, kini  juga kudapatkan dari orang lain. Meski memang akhirnya aku dan dia bubaran, tapi pengalaman mencintai dan dicintai itu sebenarnya layak untukaku ingat selamanya.
Aku tak boleh lupa. Meski dia sedikit menyakiti, dia juga yang mengajarkan bagaimana sebenarnya hubungan yang  aku ingini.
Ada hikmah dibalik setiap kejadian. Demikian juga dengan perkara putus yang aku jalani bersamanya. Ketika kata putus itu terucap, aku jadi tahu bagaimana perihnya ditinggalkan. Tapi yang lebih utama, aku juga jadi lebih tau bagaimana sebenarnya hubungan yang aku ingin sekaligus kubutuhkan.

Putus itu terjadi karena satu pasangan punya perbedaan pandangan tentang hubungan yang dijalani. Jadi ketika sudah resmi berpisah, aku jadi tahu bahwa hubungan yang seperti apa yang harusnya aku raih dengan pasanganku setelah ini. #berharapdapat
Aku tak akan pernah bisa melupakan seseorang sepenuhnya. Semakin aku berusaha melupakan, aku akan semakin ingat dengan mantan. ehh
Kata orang, cara tercepat untuk move on adalah dengan sesegera mungkin melupakan mantan. Karena itu aku ingin berusaha melupakan mantan secepat mungkin. Aku pun juga sudah melakukan banyak hal agar bisa lupa dengan dia. Mulai dari membatasi komunikasi, ga stalking socmednya lagi, menyembunyikan foto-foto (belum tega kalau membuang, hehee), dll.


Tapi aku tahu bahwa aku gak akan mungkin bisa melupakan orang sepenuhnya. Akan selalu ada serpihan kenangan yang tersisa dalam benakku. 
Lagipula, "semakin berusaha melupakan, semakin besar pula godaan agar  bisa mengingat mantan." Toh kita (orang) tak akan bisa melupakan sesuatu tanpa mengingatnya terlebih dahulu.

Hubungan yang berakhir memang kadang menyisakan benci. Tapi jangan jadikan benci sebagai alasan untuk melupakan dia yang dulu pernah di sisi. Namun sebenarnya apa iya aku mau hubunganku yang dulu indah jadi berubah jadi benci? Bukankah alasan benci itu terlalu buruk untukku? Benci memang wajar aku rasa saat dia pergi meninggalkan hubungan yang sudah dijalin bersama. Aku pasti merasa dia sudah membuang dan merusak segala yang sudah pernah direncanakan berdua. Bisa jadi bahkan aku akan menaruh rasa benci dan dendam pada dia yang telah pergi begitu saja.

Meski memang dia menyakiti, melupakannya bukan solusi. Lebih baik belajar dari pengalaman demi kehidupan dan hubungan yang lebih baik saat ini.

Sebenarnya, daripada melupakan, aku harusnya bisa mengambil pelajaran dari segala pelajaran yang ia pernah berikan. Daripada melupakan, kan lebih baik aku belajar untuk menerima dan menghadapi kenyataan. Kenyataan bahwa aku dan dia sudah tak bersama lagi. Kenyataan bahwa dia telah pergi dan aku harus bisa untuk bergerak maju menyongsong masa depan.


Bukan berarti aku harus selalu mengingat mantan, hanya saja kalau sekadar melupakan rasanya kurang tepat juga untuk aku lakukan. Daripada sekadar melupakan, bukankah lebih baik aku belajar untuk memaafkan dan bergerak maju ke depan? -mulai soksokan

Terimakasih khusus untuk cewek cantik berbola mata indah. yang udah nunjukin dan ngajarin aku banyak hal. Terimakasih untuk kenangannya, haha. Jujur sekarang, panjenengan (kamu) jadi cewek yang memberikan kenangan terindah .. untuk saat itu. Jadian lagi yuk, jadi teman jangan jadi mantan. Hehe

Jadi mohon maklum kalau aku belum move on. Hahaa.


 
 
Blogger Templates